Momod Inside : Kiat Menghadapi Anggota Milis yg Nakal

Jadi moderator gak selamanya menyenangkan. Apalagi klo ada anggota milis yg nyebelin. Selalu momod yg dijadikan kambing hitam alias sumber masalah. “Tuh kan salah moderator, kenapa momod cuman teriak-teriak kayak hansip, kenapa momod main close aja thread aku, salah momod gak diclose dari awal”, iki piye maksudmu? Njaluke yo’opo c? Kayak kejadian beberapa hari ini yg aq alamin. Ada satu thread mengenai info lowongan pekerjaan yg diposting oleh sang owner milis. Lagi

Iklan

Saatnya Naik ke Gunung

Baru baca tulisan Pak Romi Satria Wahono tentang “Tips dan Trik Memilih Jurusan Komputer”, aq jadi pengen nulis pengalaman pribadi nih. Di tulisan Pak Romi ditekankan dalam memilih suatu jurusan, “peluang” lebih utama daripada “minat, keinginan dan potensi”. Hmmm sepertinya gak terlalu sulit buat aq menentukan jurusan mana dari kelima jurusan komputer yg akan aq pilih karena aq udah tau aplikasi nyata masing2 jurusan komputer di dunia kerja. Seperti kata ayahq dari awal aq lulus SMK kalau orang lulus sekolah itu diibaratkan seperti orang jaman dahulu yang berguru ke gunung, sebelum dinyatakan lulus oleh gurunya dia harus turun ke desa untuk menerapkan ilmunya. Entah di desa dia akan menjadi ustad, menjadi penasehat ketua adat di situ dan lain-lain. Lagi

Suami Sebagai Imam

Assalammu’alaikum Wr. Wb. Sekedar berbagi ilmu dari tulisan ayah saya tentang rumah tangga, yaitu tentang suami sebagai imam. Semoga bermanfaat untuk rekan-rekan semua.

Suami sebagai imam

Imam berasal dari kata “umm” artinya induk, seperti induk ayam bagi anak-anaknya. Ia mengembangkan sayapnya untuk melindungi anak-anaknya dari udara dingin, dari serangan binatang lain dan dari ketakutan. Induk menggu-nakan kakinya sebagai kais untuk menyediakan makanan bagi anak-anaknya, dan seterusnya. Sedang kata “ummat” adalah anggota Imamat.

Suami sebagai imam sudah diketahui baik oleh orang kafir maupun orang yang mengaku beriman, tetapi tugas Imam belumlah banyak diketahui meskipun oleh orang yang mengaku beriman atau yang mengaku berilmu. Karena banyaknya kajian yang diulas oleh para orang yang mengaku pandai, sehingga ketentuan agama menjadi kabur dan tugas pokok Imam menjadi kabur pula dalam penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tugas Imam memberi rasa AMAN

Tugas Imam tidaklah terlalu banyak, cuma satu saja, yaitu memberi rasa aman kepada anggota jama’ahnya, bila Suami/bapak sebagai imam maka anggota kelurga adalah jama’ahnya. Kata Aman berasal dari bahasa arab yang artinya terjaminnya seseorang dari keadaan buruk dimasa sekarang dan masa mendatang. Kelompok kata dari AMAN adalah iman dan amanat, keduanya merupakan sendi Islam, jadi tanpa Iman dan Amanat, pemeluk Islam tidak akan ada jaminan keamanan di dunia dan diakhirat.

Rasa aman yang harus disediakan oleh Imam bagi anggota jama’ahnya harus meliputi aman lahir dan aman bathin. Aman lahir meliputi kebutuhan pangan yang baik dan halal, sandang yang menutupi aurat dan tempat bernaung dari gangguan alam. Sedang aman bagi bathin meloputi keamanan pikiran dari hal-hal yang mengganggu pikiran anggota jama’ah, misalnya karena kelakuan Imam yang kasar kepada anak-istri atau kepada orang lain menjadikan gangguan dalam pikiran keluarga, perbuatan Imam yang se-enaknya sendiri dalam bepergian tanpa menghiraukan risaunya hati anak-istri tentu akan menjadikan anak-istri hatinya tidak aman dari rasa khawatir. Pendidikan anak juga merupakan aspek keamanan bathin baginya. Kebutuhan akan kasih sayang menjadi dasar keamana bathin keluarga.. Lagi

Kita Tidak Kehilangan Masa Muda

Suatu hari seorang teman kerjaku mengatakan padaku sebenernya kami ini telah kehilangan masa muda. Waktu muda kami habis untuk bekerja demi mencapai cita-cita. Cita-cita yang sangat mulia. Hari Minggu kami habiskan untuk istirahat atau mungkin untuk menyelesaikan urusan seperti ke ATM untuk mengirim uang ke kampung, beli persediaan makanan ato bersih-bersih rumah dan cuci baju. Hari libur kami hampir tak waktu sekedar memanjakan diri untuk menghilangkan jenuh. That’s why temenku bilang “Kita Kehilangan Masa Muda”.

Sering kali aku pun merasa demikian. Di usiaku yang masih belia dimana seharusnya aku menikmati masa kuliahku, aku sudah disibukkan dengan bekerja demi cita-citaku.Aku sering merasa teman-temanku pasti sekarang sedang asik di tempat kuliah, punya teman banyak, belajar bersama, jalan-jalan ato nonton bareng-bareng. Wah pasti menyenangkan sekali. Sedangkan aku…

Lagi

BatAm, sEbUah rEalitA daN dIleMa

batAm… imagEnYa orang YANg bEkErJa dI batAm itu pastI pUlaNg ke kAMpunG HALAman Membawa Uang baNyaK

batam… imagEnya ORanG yanG BEkeRja dI bAtam bAKAl sukses Di KAmpUNG

bataM… imagenya BeR-upaH minimiMuM Tinggi

B4taM… t3rny4t4 p3Ndap4t4n t4k 5EB4nd1n6 D3N6an p3n63luaR4n

b4tAm… T3rNyAt4 B14y4 hIdup 54ng4T t1n661

B4t4m… t3rny4T4 p3nd4p4T4n h4Mp1r s4m4 d3N6aN di K4Mpun6 h4L4man

b4t4m… terny4t4 m3Ny1mP4n s3jut4 cEr1t4 p4Hit

Lagi

Ketika Pertama Kali Menjajaki Dunia Kerja

Karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia kerja dari adek-adek kelas yang baru lulus dari sekolah dan berniat untuk menajajaki dunia kerja, ayu mencoba untuk menuliskan pengalaman ayu pada saat pertama kali memasuki dunia kerja. Setidaknya pengalaman ayu ini bisa menjadi pertimbangan temen-temen dan acuan dalam menentukan karir.

Ada beberapa adek kelas ayu yang menanyakan apakah dunia kerja itu serem. Jawabannya adalah tidak jika kita mengetahui bagaimana dunia kerja itu sebenernya. Pada dasarnya dunia kerja itu hampir sama dengan dunia pendidikan. Perbedaan yang paling mendasar dari keduanya adalah tanggung jawab. Jika di sekolah kita masih harus dikejar-kejar guru untuk mengumpulkan tugas, kalo di dunia kerja beda lagi. Kalo kita menerapkan seperti itu di dunia kerja, kita tidak dikejar-kejar lagi, melainkan kita akan mendapatkan Surat Peringatan alias warning, potongan gaji ato bahkan kita bias dipecat. Mungkin itu yang membuat temen-temen merasa dunia kerja itu menyeramkan. So, dari sekarang mulai lah disiplin dan membuka diri jika kita menemui kesulitan. Jangan merasa takut untuk memulai memasuki dunia kerja, masa sich takut… Kita kan udah digembleng selama 4 bulan di DU/DI pada waktu prakerin. Tul gak??? Lagi