Ketika Pertama Kali Menjajaki Dunia Kerja

Karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia kerja dari adek-adek kelas yang baru lulus dari sekolah dan berniat untuk menajajaki dunia kerja, ayu mencoba untuk menuliskan pengalaman ayu pada saat pertama kali memasuki dunia kerja. Setidaknya pengalaman ayu ini bisa menjadi pertimbangan temen-temen dan acuan dalam menentukan karir.

Ada beberapa adek kelas ayu yang menanyakan apakah dunia kerja itu serem. Jawabannya adalah tidak jika kita mengetahui bagaimana dunia kerja itu sebenernya. Pada dasarnya dunia kerja itu hampir sama dengan dunia pendidikan. Perbedaan yang paling mendasar dari keduanya adalah tanggung jawab. Jika di sekolah kita masih harus dikejar-kejar guru untuk mengumpulkan tugas, kalo di dunia kerja beda lagi. Kalo kita menerapkan seperti itu di dunia kerja, kita tidak dikejar-kejar lagi, melainkan kita akan mendapatkan Surat Peringatan alias warning, potongan gaji ato bahkan kita bias dipecat. Mungkin itu yang membuat temen-temen merasa dunia kerja itu menyeramkan. So, dari sekarang mulai lah disiplin dan membuka diri jika kita menemui kesulitan. Jangan merasa takut untuk memulai memasuki dunia kerja, masa sich takut… Kita kan udah digembleng selama 4 bulan di DU/DI pada waktu prakerin. Tul gak???

Buat temen-temen yang belum memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, jangan berkecil hati. Jangan minder untuk mencari kerja meskipun kita hanya memiliki pengalaman yang sangat minim dan pendidikan yang hanya setingkat Sekolah Menengah Atas. Gak dikit kok orang-orang lulusan dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari kita tapi kemampuannya masih di bawah kita. Apalagi kita kan lulusan SMK, jadi setidaknya kita masih mempunyai skill dibandingkan mereka yang lulusan SMA.

Pilihan berkarir setelah lulus sekolah bukanlah pilihan yang buruk. Dengan berkarir, kita akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Keuntungan yang pertama adalah pengalaman kerja dan yang kedua adalah penghasilan. Dengan penghasilan itu kita sudah dapat menghidupi diri kita sendiri yang artinya sudah nda bergantung pada orang tua dan dengan penghasilan itu kita bisa kumpulkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bangga kan sekolah dengan hasil keringat sendiri. Dan selain itu, setelah kita jadi sarjana, kita sudah memiliki pengalaman kerja sehingga akan membuka kesempatan yang lebih besar untuk kita dalam mendapatkan pekerjaan.

Ok deh temen-temen, kita lanjut ke inti masalahnya….

Sebagian besar teman-teman yang baru lulus sekolah memiliki dua motif dalam berkarir, yang pertama adalah motif untuk mendapatkan pengalaman dan yang kedua adalah motif untuk mencari penghasilan. Sebenernya banyak juga yang memiliki motif keduanya, yaitu mencari pengalaman dan mencari penghasilan.

1. Strategi memilih karir dengan motif mencari pengalaman

Untuk temen-temen yang menerapkan motif mencari pengalaman, Karir yang cocok adalah berkarir berdasarkan disiplin ilmu yang telah didapat pada saat duduk di bangku sekolah. Dengan pilihan karir ini, temen-temen bisa menerapkan ilmu yang telah didapatkan di sekolah serta dapat memperdalam lagi ilmu tersebut di dunia kerja. Seperti kata pepatah, “Pisau diasah makin tajam”.

sumber gambar : http://bp1.blogger.com/

Namun kalo temen-temen memilih karir ini, jangan tanyakan gaji. Kita berkarir mulai dari awal, jadi gaji kita pun juga dari awal. Tapi jangan kuatir, dengan pengalaman kita sebelumnya, perjalanan karir kita sedikit demi sedikit akan mudah berkembang.

Tapi perlu diingat, untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian kita bukanlah hal yang mudah. Perlu keahlian yang tinggi dan kesabaran. Dan jangan lupa berdoa😀, karena faktor luck juga sangat penting

2. Strategi memilih karir dengan motif mencari penghasilan

sumber gambar : http://www.tempointeractive.com/

Nah ini motif yang paling banyak diantara para pencari kerja. Kalau temen-temen memilih motif ini, temen-temen bisa mencoba mencari peruntungan di pabrik-pabrik sebagai operator produksi. Karir ini lumayan menggiurkan karena penghasilannya yang lumayan. Tapi perlu diingat, penghasilan yang besar juga menuntut kerja keras. Ayu bilang karir ini sedikit berat karena merupakan kerja fisik yang lumayan menguras tenaga. Jenis karir ini sebagian besar penghasilan berasal dari jam-jam lembur yang banyak sehingga kita sedikit istirahat.

So, ini semua cuman gambaran aja. Temen-temen mau pilih yang mana terserah anda. Selamat menjajaki dunia kerja😀

1 Komentar (+add yours?)

  1. Leetha
    Jun 11, 2008 @ 11:39:47

    thnx yw mba’ bwd artikel”nya

    bikin nambah wa”san…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: